Strategi Ciputra Life Tingkatkan Pendapatan Premi Melalui Inovasi Produk Baru

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:08:28 WIB
Strategi Ciputra Life Tingkatkan Pendapatan Premi Melalui Inovasi Produk Baru

JAKARTA - Di tengah dinamika industri asuransi jiwa yang masih menghadapi berbagai tantangan, PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan bisnis pada tahun 2026. 

Perusahaan menilai penguatan kemitraan, inovasi produk, serta peningkatan layanan kepada nasabah menjadi kunci dalam meningkatkan pendapatan premi.

PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life akan fokus mengembangkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis, baik yang baru maupun existing, inovasi produk, dan terus meningkatkan layanan terutama after sales service kepada nasabah untuk mendongkrak perolehan premi pada tahun ini.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan bahwa fokus tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja premi perusahaan di tengah kondisi industri yang masih berfluktuasi.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan fokus tersebut dilakukan untuk menjaga dan mendongkrak pendapatan premi perusahaan.

Menurut Hengky, perusahaan saat ini telah memiliki jaringan kemitraan yang cukup luas di sektor keuangan. Ia menyebut bahwa Ciputra Life telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 lembaga keuangan di Indonesia.

Dia menyebut, saat ini Ciputra Life sudah bekerjasama dengan lebih dari 20 bank, multifinance, dan institusi keuangan lainnya di Indonesia.

“Terutama untuk memasarkan produk asuransi jiwa kredit yang memberikan perlindungan kepada nasabah yang mengambil kredit pemilikan rumah maupun nasabah kredit pemilikan kendaraan bermotor,” ucapnya.

Kemitraan dengan lembaga keuangan tersebut menjadi salah satu jalur distribusi utama bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan produk asuransi kepada masyarakat.

Pengembangan Segmen Corporate Solution

Selain memperkuat kerja sama dengan mitra bisnis, Ciputra Life juga terus memperluas segmen pasar baru untuk meningkatkan kontribusi premi.

Pada pertengahan 2024, perusahaan mulai memperluas fokus bisnis dengan menghadirkan sejumlah produk yang ditujukan untuk segmen korporasi.

Selain itu, pada pertengahan 2024 Ciputra Life juga memperluas segmen baru dengan meluncurkan produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi kecelakaan yang ditujukan ke karyawan nasabah korporasi.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam menyediakan perlindungan kesehatan dan jiwa bagi para karyawannya.

Hengky berharap bahwa corporate solution ini bisa menjadi salah satu kontributor utama pada 2026.

Perusahaan menilai bahwa kebutuhan korporasi terhadap perlindungan kesehatan karyawan terus meningkat, terutama setelah meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain pengembangan produk, perusahaan juga terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

“Kami juga senantiasa mengembangkan produk baru sesuai dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan layanan kepada nasabah, terutama melalui inisiatif digitalisasi sehingga nasabah dapat dengan mudah menjangkau kami dimanapun dan kapanpun,” ungkapnya.

Digitalisasi layanan dinilai menjadi salah satu langkah penting agar perusahaan dapat memberikan akses layanan yang lebih cepat dan mudah bagi nasabah.

Kanal Distribusi Jadi Penopang Pertumbuhan Premi

Dalam mendukung pertumbuhan bisnis pada awal tahun ini, Ciputra Life mencatatkan performa positif dari beberapa kanal distribusi utama perusahaan.

Lebih lanjut, Hengky menuturkan kinerja kanal bancassurance dan direct marketing yang menyediakan asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan korporasi memberikan performa positif dalam mendukung perolehan premi pada awal 2026.

Menurutnya, performa positif dari kanal distribusi tersebut menunjukkan kepercayaan yang kuat dari para mitra korporasi maupun lembaga keuangan terhadap layanan yang disediakan perusahaan.

Baginya, dominasi kanal itu merefleksikan tingginya kepercayaan mitra korporasi dan institusi keuangan terhadap kapabilitas perusahaan dalam menyediakan solusi perlindungan yang relevan dan berkelanjutan.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, perusahaan berencana terus memperkuat sinergi dengan para mitra distribusi yang sudah ada.

Oleh karena itu, ke depannya perusahaan akan terus memperkuat sinergi dengan para mitra distribusi, sekaligus mengembangkan kanal-kanal alternatif.

“Termasuk digital untuk menciptakan struktur distribusi yang lebih terdiversifikasi dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan pasar,” sebutnya.

Diversifikasi kanal distribusi ini dinilai penting agar perusahaan dapat menjangkau lebih banyak segmen pasar di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

Kinerja Premi Awal Tahun Tunjukkan Pertumbuhan

Pada awal tahun 2026, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan premi yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hengky melanjutkan, pada Januari 2026 Ciputra Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp60,13 miliar, tumbuh 58,52% (year on year/YoY) dari Rp37,93 miliar.

Sementara itu, klaim yang dibayarkan perusahaan juga mengalami peningkatan seiring dengan komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada para pemegang polis.

Sementara itu, klaim yang dibayarkan perusahaan mencapai Rp15 miliar, meningkat 74,46% YoY.

“Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan nyata kepada pemegang polis sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Dari berbagai lini bisnis yang dimiliki perusahaan, asuransi kesehatan kumpulan tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan premi perusahaan.

Dia menambahkan bahwa lini asuransi kesehatan kumpulan (group health) tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap total pendapatan premi perusahaan.

Menurut Hengky, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan semakin menyadari pentingnya memberikan perlindungan kesehatan bagi para karyawan.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kebutuhan korporasi dalam menyediakan perlindungan kesehatan yang komprehensif bagi karyawan, sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat pada segmen Corporate Solution.

Prospek Industri Asuransi Jiwa Dinilai Tetap Positif

Di sisi lain, Ciputra Life juga tetap mempertahankan produk asuransi jiwa kredit sebagai salah satu fondasi utama dalam portofolio bisnis perusahaan.

Di sisi lain, imbuhnya, asuransi jiwa kredit tetap diposisikan sebagai salah satu fondasi utama portofolio perusahaan.

Sebab itu, produk ini akan terus dikembangkan melalui penguatan kerja sama dengan mitra bisnis yang sudah ada.

“Dengan kombinasi portofolio tersebut yakni segmen Corporate Solution terus berkembang dan Asuransi Jiwa Kredit tetap menjadi basis bisnis yang solid, kami optimis struktur pertumbuhan premi perusahaan akan semakin berimbang dan berkelanjutan sepanjang 2026,” tegasnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai premi industri asuransi jiwa pada Januari 2026 turun sebesar 6,15% YoY menjadi Rp17,97 triliun.

Ciputra Life menilai kontraksi tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi ekonomi yang membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.

Hengky berujar saat ini sebagian masyarakat cenderung memprioritaskan likuiditas untuk kebutuhan esensial jangka pendek, sehingga menahan pengeluaran bernilai besar.

“Meski demikian, kami meyakini kondisi ini bersifat sementara dan prospek permintaan terhadap produk terkait proteksi jangka panjang akan kembali menguat seiring membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan finansial,” pungkasnya.

Terkini