Nabung Emas Digital Dinilai Jadi Solusi Investasi Masyarakat Masa Kini

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:08:32 WIB
Nabung Emas Digital Dinilai Jadi Solusi Investasi Masyarakat Masa Kini

JAKARTA - Kesadaran masyarakat untuk menabung dan berinvestasi masih menjadi isu penting dalam pengelolaan keuangan di Indonesia. 

Banyak orang sebenarnya mengalami peningkatan penghasilan dari waktu ke waktu, namun kondisi tersebut tidak selalu diikuti dengan kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan terencana.

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menabung dan berinvestasi dinilai masih perlu terus diperkuat. Meski sebagian orang mengalami peningkatan penghasilan, tidak sedikit yang tetap mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan secara sehat.

Situasi ini sering terjadi karena peningkatan pendapatan tidak diimbangi dengan kebiasaan pengelolaan keuangan yang tepat. Akibatnya, penghasilan yang lebih besar tidak selalu berujung pada pertumbuhan aset atau tabungan.

Kondisi tersebut sering terjadi karena peningkatan pendapatan tidak diikuti dengan pengelolaan keuangan yang tepat, sehingga aset maupun tabungan tidak ikut bertumbuh.

Topik tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam PRIMA Talkshow dan Media Gathering Pegadaian dan Jaringan PRIMA bertajuk “Cerdas Investasi, Finansial Pasti” yang digelar di Pegadaian Tower, Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan tersebut, para pembicara membahas pentingnya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, termasuk bagaimana menumbuhkan kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi secara bertahap untuk mencapai kestabilan finansial dalam jangka panjang.

Tiga Masalah Keuangan yang Sering Dialami

Dalam acara tersebut, perencana keuangan Melvin Mumpuni menjelaskan bahwa ada sejumlah pola keuangan yang sering membuat masyarakat kesulitan mencapai kondisi finansial yang stabil. Pola tersebut banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Mayoritas orang Indonesia menghadapi tiga masalah keuangan utama. Pertama, semakin besar penghasilan, justru pengeluaran ikut semakin besar. Kedua, ketika penghasilan meningkat, cicilan juga ikut bertambah. Dan ketiga, ironisnya tabungan justru semakin kecil. Hal ini terjadi karena banyak orang menabung dari sisa pengeluaran, bukan menyisihkan di awal,” jelas Melvin.

Menurut Melvin, kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama mengapa banyak orang sulit mengumpulkan tabungan meskipun pendapatannya meningkat. Jika menabung hanya dilakukan dari sisa pengeluaran, maka kemungkinan besar jumlah tabungan akan sangat terbatas.

Ia menilai kebiasaan menabung seharusnya dilakukan sejak awal menerima penghasilan, bukan menunggu sisa uang setelah seluruh pengeluaran terpenuhi.

Menurut Melvin, langkah sederhana ini sebenarnya dapat membantu seseorang mulai membangun stabilitas keuangan secara bertahap. 

Dengan menyisihkan dana sejak awal, seseorang akan lebih mudah membangun tabungan dan kemudian mengalokasikan sebagian dana untuk investasi.

Menurut Melvin, kebiasaan tersebut menjadi langkah awal penting sebelum seseorang mulai berinvestasi untuk membangun kestabilan finansial jangka panjang.

Investasi Emas Digital Dinilai Lebih Mudah

Selain menabung, investasi juga menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan. Saat ini, perkembangan teknologi finansial membuat berbagai instrumen investasi semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Melvin juga menilai perkembangan teknologi keuangan saat ini memudahkan masyarakat untuk mulai berinvestasi secara bertahap, termasuk melalui emas digital.

Menurut dia, investasi emas tidak lagi harus dilakukan dengan pembelian dalam jumlah besar seperti yang sering terjadi pada masa lalu. Sistem investasi digital memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan.

“Dulu ketika saya mengumpulkan uang untuk membeli emas 25 gram, harga emas sudah naik sebelum uangnya terkumpul. Dengan emas digital, masyarakat bisa membeli sedikit demi sedikit. Bahkan dengan Rp100.000 sudah bisa mulai mengumpulkan emas, sehingga target investasi dapat tercapai lebih cepat,” tambahnya.

Kemudahan ini membuat investasi emas semakin relevan bagi masyarakat yang ingin mulai membangun aset secara perlahan. Dengan sistem pembelian yang fleksibel, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki dana besar untuk memulai investasi.

Pegadaian Hadirkan Layanan Investasi Emas Digital

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengatakan bahwa emas telah lama dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan membeli emas sebenarnya sudah berlangsung sejak lama dalam budaya masyarakat Indonesia sebagai cara menyimpan nilai kekayaan.

“Sejak dulu orang tua kita sudah terbiasa menyisihkan penghasilan untuk membeli emas. Tidak heran jika generasi berikutnya sering mewarisi emas sebagai aset keluarga. Tantangannya saat ini adalah bagaimana membuat investasi emas tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di era digital,” ujar Yos.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pegadaian menghadirkan layanan investasi emas digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Melalui platform tersebut, masyarakat dapat membeli emas dengan nominal yang lebih fleksibel serta memantau harga emas secara real-time.

“Melalui Tring!, masyarakat dapat membeli emas digital dengan nominal yang fleksibel, melakukan transaksi dengan mudah dan aman, serta memantau harga emas secara real-time. Layanan ini juga terintegrasi dengan ekosistem digital sehingga memudahkan pengguna dalam bertransaksi kapan saja dan di mana saja,” jelas Yos.

Aplikasi Tring! juga menyediakan berbagai fitur layanan seperti tabungan emas, cicil emas, gadai emas, hingga deposito emas yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan jangka panjang.

Disiplin Menabung Menjadi Kunci Investasi

Selain kemudahan teknologi, keberhasilan investasi tetap sangat dipengaruhi oleh kebiasaan finansial seseorang. Tanpa kedisiplinan dalam menabung, investasi akan sulit berkembang secara optimal.

Sementara itu, SEVP Marketing PT Rintis Sejahtera Robby Sutisna menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan investasi tetap berawal dari kebiasaan menabung secara disiplin.

Ia menambahkan bahwa dukungan ekosistem pembayaran digital dari Jaringan PRIMA memungkinkan layanan investasi emas digital dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Kami juga menambahkan fitur layanan pembayaran digital yang dimiliki Jaringan PRIMA ke dalam aplikasi Tring! sehingga dapat melengkapi layanan bisnis Tring! yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Pegadaian,” jelasnya.

Robby juga memastikan seluruh transaksi melalui jaringan tersebut dipantau secara real-time selama 24 jam serta dilengkapi sistem deteksi risiko guna menjaga keamanan transaksi pengguna.

Terkini