Kalbe Farma Siapkan Strategi Bisnis 2026 Perkuat Produk dan Ekspansi

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:22:23 WIB
Kalbe Farma Siapkan Strategi Bisnis 2026 Perkuat Produk dan Ekspansi

JAKARTA - Industri farmasi di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk kesehatan. 

Dalam menghadapi dinamika tersebut, perusahaan farmasi perlu menyiapkan berbagai strategi agar mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi salah satu perusahaan yang menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi tahun 2026. 

Perseroan berupaya memperkuat seluruh lini bisnis yang dimiliki guna menjaga kinerja perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan sejumlah strategi bisnis pada 2026 dengan mengandalkan penguatan di seluruh lini usaha, mulai dari obat resep, produk konsumen, nutrisi, hingga distribusi dan logistik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di berbagai segmen bisnis yang digeluti.

Head External & Stakeholders Relation PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho mengatakan target pertumbuhan tahun ini akan didorong oleh strategi yang berbeda di masing-masing divisi bisnis.

“Strategi dan target pertumbuhan 2026 tentunya akan didorong oleh seluruh divisi dengan masing-masing strateginya. Di divisi obat resep, kami akan terus fokus pada produk specialty serta tetap mendukung program JKN," ujar Hari.

Pendekatan strategi yang berbeda pada setiap divisi diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Fokus Pengembangan di Berbagai Divisi Bisnis

Kalbe Farma memiliki beberapa lini bisnis utama yang menjadi pilar pertumbuhan perusahaan. Setiap divisi memiliki fokus pengembangan produk dan strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Sedangkan, di divisi produk konsumen, kami akan fokus pada kategori preventif dan non-kuratif. Di divisi nutrisi, kami akan fokus pada kategori produk likuid dan lifestyle.

Langkah ini mencerminkan perubahan tren konsumsi masyarakat yang semakin memperhatikan aspek pencegahan penyakit serta gaya hidup sehat. 

Produk nutrisi dan kesehatan yang mendukung pola hidup sehat menjadi salah satu segmen yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

"Di divisi distribusi dan logistik, kami akan fokus pada pengembangan alat kesehatan serta prinsipal baru,” ujar Hari.

Pengembangan di sektor distribusi dan logistik juga menjadi elemen penting dalam memastikan produk perusahaan dapat menjangkau berbagai wilayah dengan lebih efektif. Dengan jaringan distribusi yang kuat, perusahaan dapat meningkatkan ketersediaan produk di pasar.

Antisipasi Dampak Fluktuasi Nilai Tukar

Dalam industri farmasi, bahan baku menjadi salah satu komponen penting yang memengaruhi biaya produksi. Banyak bahan baku obat yang masih bergantung pada impor sehingga fluktuasi nilai tukar dapat berdampak terhadap biaya operasional perusahaan.

Menurutnya, Kalbe juga berharap pemulihan daya beli masyarakat dapat berlanjut secara bertahap sepanjang tahun ini.

Meski demikian, volatilitas nilai tukar masih menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi biaya bahan baku industri farmasi.

Untuk mengurangi dampak tersebut, perusahaan telah melakukan penyesuaian strategi dalam sistem pembayaran bahan baku yang digunakan untuk produksi obat.

“Volatilitas nilai tukar juga dapat mempengaruhi biaya bahan baku, namun Kalbe sudah melakukan shifting pembayaran bahan baku API ke renminbi dari sebelumnya menggunakan dolar AS sehingga sensitivitas terhadap pergerakan nilai tukar lebih membaik,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko terhadap fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi biaya produksi perusahaan.

Menjaga Stabilitas Pasokan Bahan Baku

Selain mengelola risiko nilai tukar, perusahaan juga memastikan ketersediaan bahan baku untuk menjaga kelancaran proses produksi. Stabilitas pasokan bahan baku menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional industri farmasi.

Di sisi operasional, Kalbe menempatkan ketersediaan bahan baku sebagai salah satu fokus utama guna menjaga keberlanjutan produksi di seluruh lini bisnis.

Perseroan juga menerapkan kebijakan multi-sourcing vendor untuk memastikan pasokan bahan baku tetap terjaga.

Dengan menggunakan lebih dari satu pemasok bahan baku, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pasokan tertentu. Strategi ini juga membantu perusahaan menghadapi potensi gangguan rantai pasok yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Upaya menjaga stabilitas bahan baku juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempertahankan kualitas produk serta memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

Ekspansi Pasar ASEAN dan Penguatan Jejak Internasional

Selain memperkuat pasar domestik, Kalbe Farma juga menaruh perhatian pada pengembangan bisnis di pasar internasional. Kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu target utama dalam strategi ekspansi perusahaan.

Selain penguatan pasar domestik, PT Kalbe Farma Tbk juga akan memperluas penetrasi pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Hari menyebutkan, perusahaan akan memperkuat kehadiran di sejumlah negara ASEAN, termasuk mengembangkan jejak bisnis di Thailand setelah mengakuisisi Alliance Pharma.

Ekspansi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan, sekaligus memperluas jangkauan produk Kalbe Farma di pasar regional.

"Kalbe akan fokus melakukan penetrasi di negara tertentu, misalnya ASEAN, termasuk mengembangkan footprint di pasar Thailand setelah akuisisi Alliance Pharma," pungkasnya.

Melalui strategi penguatan produk, pengelolaan risiko operasional, serta ekspansi pasar internasional, Kalbe Farma berharap dapat mempertahankan kinerja bisnis yang positif pada tahun 2026 sekaligus memperluas kontribusinya dalam industri kesehatan di kawasan regional.

Terkini